Analisis Cerita. 1. Tema: Hukuman anak durhaka terhadap orang tua. 2. Amanat: Janganlah sekali-kali berbuat jahat dan terhadap orang tua. 3. Latar: a. Latar Waktu: Masa lampau. b. Latar Tempat: Desa pelabuhan. c. Latar Suasana: Sedih. 4. Alur Waktu: Maju. 5. Penokohan: Malin Kundang: Sombong dan Angkuh. Mande Rubiyah: Pemaaf dan Penyayang.
Mereka adalah ibu dan anak yang saling menyayangi. Kini, Malin sudah dewasa ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota, karena saat itu sedang ada kapal besar merapat di Pantai Air Manis. "Jangan Malin, ibu takut terjadi sesuatu denganmu di tanah rantau sana.
Tak hanya intrinsik, sebenarnya ada juga unsur ekstrinsik dari legenda Malin Kundang. Yakni unsur di luar cerpen yang berkaitan dengan latar belakang masyarakat, penulis, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Fakta Menarik seputar Legenda Malin KundangUnsur Intrinsik Cerita Malin Kundang Bahasa Jawa. Kesimpulan. Sejarah Malin Kundang. Legenda malin kundang menjadi cerita rakyat yg cukup populer di nusantara. Cerita ini berasal dr Pulau Sumatera yakni di desa Air Manis, kecamatan Padang Selatan, kota Padang,
Unsur Intrinsik Novel. 1. Tema. 2. Tokoh dan Penokohan. 3. Alur. 4. Latar Waktu. 5. Latar Tempat. 6. Sudut Pandang. 7. Gaya Bahasa. 8. Amanat. Unsur Ekstrinsik Novel. 1. Nilai Sosial. 2. Nilai Moral. 3. Nilai Ekonomi. Kelebihan Novel. Kekurangan Novel. Pesan Moral Novel Malin Kundang. Cerita Malin Kundang cukup populer di masyarakat Indonesia.
Unsur Instrinksik Dari Cerpen. " Malin Kundang " 1. Tema : Kedurhakaan terhadap Orang Tuanya. Bukti : Terletak pada paragraph ke 4. "Akan tetapi ternyata Malin Kundang telah berubah dan sombong, ia tidak mau mengakui wanita yang datang dengan baju yang compang-camping itu sebagai ibunya. LS7Rh5.